Tampilkan postingan dengan label Unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Desember 2011

10 penemuan besar yang tak disengaja

Saccharin
Sakarin, pemanis buatan yang sangat terkenal itu ditemukan oleh seorang kimiawan bernama Constantin Fahlberg karena tidak mencuci tangan setelah seharian di kantor.
Saat itu tahun 1879 , Fahlberg melakukan sesuatu entah apa, yang jelas tangannya kotor karena tar batubara. Setelah setelah seharian bekerja, ia pulang ke rumah dan sesuatu yang aneh terjadi. Dia merasakan roti gulung yang dimakan terasa sangat manis. Bertanyalah ia kepada istrinya apakah dia telah melakukan sesuatu terhadap makanan itu, tapi sang isteri tidak melakukan apa pun. Anehnya sang isteri yang mencicipi roti gulung itu merasakan normal saja. Akhirnya Fahlberg menyadari rasa itu pasti datang dari tangannya yang belum dicuci.
Keesokan harinya ia kembali ke laboratorium dan mulai melakukan penelitian hingga ditemukannya pemanis buatan tersebut.
Sang Debu Pintar
smart dust
Tersebutlah Jamie Link yang sedang melakukan pekerjaan doktoral di jurusan kimia University of California, San Diego. Salah satu chip silikon yang sedang dikerjakannya meledak di dekat mukanya. Anehnya, sisa ledakan yang berupa potongan-potongan kecil itu bisa difungsikan sebagai sensor, dan menghasilkan sesuatu yang dijuluki “debu pintar”. Berkat “debu pintar” tersebut ia memenangkan hadiah tertinggi di Kompetisi Penemu Collegiate pada tahun 2003.
Sensor berupa debu pintar ini akhirnya bermanfaat untuk memantau kemurnian minum, air laut, untuk mendeteksi bahan kimia berbahaya, agen biologi di udara, atau bahkan untuk mencari dan menghancurkan sel-sel tumor dalam tubuh.
Coke
Ada banyak cerita tentang makanan yang tidak sengaja diciptakan, misalnya: keripik kentang yang dibuat George Crum yang jengkel karena ulah seorang pelanggan yang terus mengirim balik kentang gorengnya ke dapur karena basah. Popsicles diciptakan Frank Epperson ketika ia meninggalkan minuman tersebut di luar rumah semalaman di malam yang dingin, dan es krim cone diciptakan pada pameran dunia tahun 1904 di St Louis. Tapi semua penemuan itu tidak menunjukkan keberhasilan sehebat Coke.
Ceritanya, seorang apoteker di Atlanta bernama John Pemberton mencoba membuat obat sakit kepala. Dia (mungkin secara ngawur) mencampur sekelompok bahan entah apa, karena resepnya masih merupakan rahasia yang dijaga ketat hingga kini. Hanya butuh delapan tahun untuk menjadi minuman yang sangat populer yang dijual dalam botol hingga sekarang!
Teflon
Roy Plunkett, seorang ahli kimia di Young DuPont, sedang bekerja untuk membuat jenis baru baru CFC untuk bahan pendingin. Dia punya teori, jika ia mereaksikan senyawa yang disebut TFE dengan asam klorida, ia bisa menghasilkan refrigerant (bahan pendingin) baru yang ia inginkan.
Untuk memulai percobaannya Plunkett menggunakan sejumlah gas TFE yang didinginkan dalam tekanan tertentu dalam sebuah tabung sehingga bisa disimpan sampai dia siap untuk menggunakannya. Ketika tiba waktunya untuk membuka wadah TFE tersebut untuk mereaksikan dengan asam klorida, ternyata tidak ada gas yang keluar dari tabung itu. Gas tersebut telah menghilang.
Plunkett melepas tutup atas tabung dan mengocoknya, keluarlah sesuatu berupa serpihan putih halus. Lantas Plunkett menyerahkan bahan tersebut ke ilmuwan lain di DuPont, dan itulah awal penemuan teflon.
Karet Ban
Charles Goodyear telah menunggu menghabiskan satu dekade untuk mencari cara membuat karet agar bisa bekerja secara kuat dan tahan terhadap panas dan dingin.
Suatu hari ia menumpahkan campuran karet dan belerang di atas kompor panas. Panas kompor menghangus campuran, tapi anehnya tidak merusaknya. Goodyear mengamati bahan itu. Ia melihat bahwa campuran tersebut telah mengeras tetapi masih bermanfaat. Itulah awal penemuan teknologi yang disebut karet vulkanisat. Sekarang bahan ini banyak digunakan untuk segala hal: dari ban, sol sepatu, hingga bola hoki.
Plastik
Pada tahun 1907, sirlak digunakan sebagai isolasi pada barang elektronika. Lak dibuat dari sesuatu bahan yang dihasilkan oleh sejenis kumbang di Asia Tenggara.
Leo Hendrik Baekeland, seorang ahli kimia, berpikir mungkin bisa mendapatkan banyak keuntungan jika ia bisa menghasilkan alternatif lak. Akhirnya dalam eksperimen yang dilakukan, ia menghasilkan bakelite, sebuah bahan yang gampang dicetak pada suhu yang cukup tinggi.
Sekarang, bahan yang disebut plastik sebenarnya merupakan derivat (turunan) dari bakelite, banyak digunakan sebagai barang kebutuhan sehari-hari, mulai tas plastik hingga komputer.
Radioaktiv
Tahun 1896 Henri Becquerel meneliti dua hal: fluoresensi alam dan sinar-X. Ia melakukan serangkaian percobaan untuk melihat apakah mineral fluorecent alami menghasilkan sinar-X setelah mereka telah dijemur di bawah matahari.
Masalahnya, dia melakukan percobaan ini di musim dingin, jadi dia tidak bisa memperoleh panas matahari dengan cukup. Akhirnya dia membungkus peralatannya dan dimasukkan ke dalam laci untuk menunggu hari yang cerah.
Ketika ia kembali bekerja, Becquerel melihat bahwa batu uranium dia tertinggal di laci telah tercetak gambarnya di sebuah piringan fotografi meskipun tidak terkena cahaya matahari. Ada sesuatu yang sangat istimewa pada batu uranium itu. Akhirnya ia bekerjasama dengan Marie Curie dan Pierre Curie, ia menemukan sesuatu yang disebut radioaktivitas.
Mauve (pewarna ungu muda)
Pada tahun 1856 William Perkin, seorang ahli kimia berusia 18 tahun, sedang mencoba membuat kinin sintetik untuk pengobatan malaria. Alih-alih obat malaria yang diperoleh, eksperimennya malah menghasilkan sesuatu yang berwarna ungu. Ternyata dia telah membuat pewarna sintetis pertama kalinya. Bahan tersebut memiliki ‘dye’ jauh lebih baik daripada pewarna yang berasal dari alam, lebih cerah, lebih hidup, dan tidak memudar meskipun dicuci bersih.
Salah seorang yang terinspirasi oleh karya Perkin adalah bakteriologi Jerman, Paul Ehrlich, yang menggunakan pewarna Perkin untuk perintis imunologi dan kemoterapi.
Pacemaker (alat pacu jantung)
Percayakah Anda kalau alat pacu jantung yang menyelamatkan banyak nyawa orang itu berhasil diciptakan karena ketaksengajaan?
Ceritanya, seorang insinyur di Amerika bernama Wilson Greatbatch sedang bekerja membuat sebuah rangkaian elektronika untuk merekam suara detak jantung. Saat merangkai alat tersebut dia mencabut sebuah resistor berukuran 1-megaohm. Ini sebuah kekeliruan, karena seharusnya dia mencabut resistor yang berukuran 10.000-ohm. Anehnya rangkaian tetap bekerja, dan menunjukkan denyut 1,8 milidetik, kemudian berhenti selama satu detik, kemudian diulang lagi. Itulah detak jantung yang sempurna. Akhirnya denyut pulsa alat tersebut digunakan untuk mengatur dan memicu detak jantung manusia, dan dikenal dengan: pacemaker.
Penicillin
Penemuan penicilin salah satu ‘kecelakaan’ paling terkenal dan menguntungkan di abad ke-20.
Alexander Fleming tidak membersihkan tempat kerjanya sebelum pergi berlibur pada suatu hari di tahun 1928. Ketika dia kembali, Fleming melihat bahwa ada jamur aneh pada beberapa biakan-jamurnya. Ketika diamati, ternyata bakteri tampaknya tidak bisa berkembang di dekat tempat tumbuh jamur tersebut. Itula awal penemuan Penicillium notatum, jamur penghasil penicilin yang hingga sekarang dikenal sebagai antibiotik yang paling banyak digunakan.(BMC)

Kamis, 29 Desember 2011

Andik Vermansyah Berbekal Sepatu Rp25 Ribu, Kini Jadi Bintang


ANDIK Vermansyah bertukar kaos dengan David Beckham.
Perjuangan Andik untuk menjadi pesepakbola profesional tidaklah mudah. Ambisi gelandang serang yang lahir di Jember 20 tahun silam untuk berkarir di sepakbola sempat mendapat tentangan dari orang tuanya, terutama dari ibundanya, Jumiyah. Bahkan Jumiyah kerap mencubit Andik jika terlalu asyik dengan sepakbola di masa kecil.
KOSTUM nomor 23 dan bertuliskan ‘Beckham’ yang dikenakannya sedikit kebesaran. Namun, Andik Vermansyah tetap terlihat sumringah mengenakannya sambil menimang-nimang bola di atas jalanan yang belum beraspal.
Tiga hari setelah laga Timnas Indonesia Selection melawan Los Angeles Galaxy di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Andik membuktikan pernyataannya. Ya, setelah berhasil bertukar kostum dengan ikon sepakbola dunia, David Beckham, hingga kini kostum mantan pemain Real Madrid dan Manchester United itu belum dicucinya.
“Sampai hari ini, kaos Beckham belum dan tidak akan saya cuci. Saya sedang cari pigura untuk kenang-kenangan nanti,” ujar Andik saat ditemui di rumahnya Jl Kalijudan Taruna II no 90, Surabaya, Sabtu (3/12).
Nama Andik di persepakbolaan dalam negeri memang semakin melesat usai laga melawan LA Galaxy. Selain tampil apik sepanjang pertandingan, Andik semakin dikenal masyarakat Indonesia setelah sukses bertukar kostum dengan Beckham.
Bahkan gelandang asal Inggris itu sendiri yang meminta bertukar kostum dengan Andik. Hal itu dilakukan Beckham sebagai permintaan maaf atas tekel yang dilakukannya terhadap Andik. Namun, Beckham juga mengakui penampilan impresif Andik.
Perjuangan Andik untuk menjadi pesepakbola profesional tidaklah mudah. Ambisi gelandang serang yang lahir di Jember 20 tahun silam untuk berkarir di sepakbola sempat mendapat tentangan dari orang tuanya, terutama dari ibundanya, Jumiyah. Bahkan Jumiyah kerap mencubit Andik jika terlalu asyik dengan sepakbola di masa kecil.
“Ada perasaan khawatir Andik main bola. Apalagi tubuhnya kecil. Sempat saat kelas 4 SD seingat saya, dia bolos setahun nggak mau sekolah karena ingin main bola. Namanya orang tua, saya jelas marah,” terang Jumiyah.
Melihat tekad dan ambisi sang anak, hati Jumiyah pun luluh. Kehidupan ekonomi yang sulit tidak menyurutkan Jumiyah dan suaminya, Saman, untuk mendukung ambisi Andik berkarir di dunia sepakbola.
Bahkan keduanya harus kerja keras untuk bisa membelikan pemain Persebaya tersebut sebuah sepatu sepakbola. Maklum penghasilan Saman dari pekerjaannya sebagai tukang batu dan Jumiyah sebagai karyawan pabrik, tidaklah cukup untuk membeli sepatu sepakbola. Jumiyah akhirnya mencari penghasilan tambahan dari berjualan kue, koran dan es.
“Terkumpul Rp 25 ribu. Saya sendiri yang ngantar ke Gembong (pasar barang-barang bekas di kawasan tengah kota Surabaya). Sempat cemas karena tidak ada uang lebih, kebetulan harganya juga pas dengan uang yang kami bawa. Bolak-balik saya tawar, penjualnya tidak mau turunkan harga,” papar Jumiyah.
Saking senangnya, tambah Jumiyah, sepatu itu tidak dilepas dan terus dipakai saat tidur. Tak disangka, sepatu buatan lokal itu membawa Andik terbang tinggi.
Sebagai anak bungsu dari empat bersaudara, Andik memang mendapat perhatian lebih dari orang tuanya. Terutama dari ibundanya. Apalagi sejak 1 tahun, keluarga kecil ini ke Surabaya. Lengketnya hubungan ibu dan anak itu terlihat ketika Jumiyah harus bekerja membantu ekonomi Saman.
“Saya waktu itu kerja di pabrik. Andik tetap saya bawa kerja karena tidak ada yang ngawasi di rumah. Kalau tidur, saya taruh di bawah mesin,” kenang Jumiyah.
Tak hanya itu, ekonomi yang pas-pasan membuat keluarga Andik empat kali pindah kontrakan. Dan itu berakhir setelah Andik mampu membelikan rumah di Jl Kalijudan Taruna II no 90. Rumah mungil bercat kuning itu nampaknya bakal jadi muara kehidupan pasangan Saman-Jumiyah di Surabaya.
Kini dengan terangkatnya ekonomi keluarga seiring meningkatnya karir Andik, baik Jumiyah dan Saman berharap tidak terlena gemerlapnya kehidupan. Mereka pun sudah ikhlas jika Andik ingin meneruskan karir ke Eropa.
“Sekarang sudah dewasa, kalau memang sesuai dengan keinginannya kami tentu akan mendukung. Sebenarnya dua tahun lalu sudah ditawari main di Eropa. Saya nggak tahu klub mana, tapi saya sarankan pada Andik untuk tidak menjawab tawaran itu. Usianya masih muda, kasihan kalau jauh dari keluarga,” ucap Saman.
Sukses Andik sebagai pesepakbola juga tak lepas dari perhatian kakak ketiganya, Agus Dwi Cahyono. Selisih usia yang hanya tiga tahun, membuat hubungan keluarga itu ibarat pertemanan.
Adalah Agus yang mendorong Andik keluar dari SSB Dwikora dan pindah ke Kedawung Setia Indonesia (KSI). Di klub barunya, Andik mulai merasakan atmosfir kompetisi. Beberapa kali dirinya jadi pilihan utama saat main di sebuah turnamen.
“Mas Agus yang selalu mendorong saya. Termasuk pilihan-pilihan yang ditawarkan manajemen Persebaya,” tegas Andik.(surabayapost.co.id)

Andik Vermansyah

Selasa, 27 Desember 2011

Linde E1, Go Kart Pemecah Rekor Tercepat Dunia

Guinness World Record (GWR) mendapat go kart listrik tercepatnya 24 April lalu di Motorsport Arena Jerman. Go kart ini mampu melaju di kecepatan 96,5 kmh dalam 3,4 detik.
GWR menyatakan, rekor ini termasuk rekor baru yang belum pernah ada sebelumnya. Upaya pemecahan rekor ini diatur pembuat truk Linde Material Handling dan dilakukan di Allgemeiner Deutscher Automobil-Club Gran Turismo Masters Weekend, kompetisi otomotif yang didukung klub otomotif ADAC Jerman.

Go kart listrik (e-kart) pemecah rekor ini diberi nama Linde E1 dan dibuat khusus untuk memecahkan rekor ini. Linde E1 memakai baterai lithium ion.
Juri GWR kemudian memasang ‘kotak kinerja’ khusus pada e-kart ini guna mengukur waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kecepatan dari 0 hingga 96,5 kmh.
Mengikuti ketentuan GWR, e-kart ini mengitari trek balapan dua kali dengan arah berlawanan guna mengukur arah angin. E-kart ini pun berhasil mencapai kecepatan 96,5 kmh dalam 3,4 detik di putaran pertama dan 3,5 detik di putaran kedua.
Juri GWR menentukan, pengukuran akhir diambil dengan rata-rata waktu yang dibutuhkan, yakni 3,4 detik.

5 Pesepakbola Tertinggi di Dunia

Selama ini kita mengetahui bahwa Jan Koller (Republik Ceko) dan Peter Crouch (Inggris) adalah pesepakbola dengan ukuran tinggi badan yang tak awam. Tapi tahukah Anda jika kedua pemain tidak masuk ke dalam daftar 5 pesepakbola tertinggi di dunia ini. Berikut daftar pesepakbola yang memiliki tinggi melebihi Jan Koller (202 cm) dan Peter Crouch (201 cm) seperti dilansir dari Thebesteleven:
1. Kristof van Hout – 208 cm

Penjaga gawang berkebangsaan Belgia ini bermain untuk klub Liga Belgia, Standard Liege. Dengan tubuh menjulang setinggi 2,08 meter, pesepakbola ini dianggap yang paling tinggi di dunia.
2. Yang Changpeng – 205 cm

Saat ini striker asal China yang pernah dicoba oleh klub Liga Ingris, Bolton Wanderers ini bermain untuk klub Three Gorges Kangtian, China. Pemain ini juga dijuluki sebagai Peter Crouch-nya China.
3. Vanja Iveša – 205 cm

Kiper Kroasia ini bermain untuk klub Liga Turki, Eskisehirspor.
4. Tor Hogne Aarøy – 204

Tor Hogne Aarøy (lahir 20 Maret 1977) adalah striket Norwegia yang bermain untuk JEF United di Jepang. Sebelum bermain di Negeri Matahari Terbit, pemain jangkung ini bermain di klub Aaslesun FK di Norwegia.
5. Øyvind Hoås – 203 cm

Striker Norwegia ini bermain di divisi 2 di Norwegia bersama klub Sparta Sarpsborg FK. Dia juga seorang mantan pemain nasioanl Norwegia untuk usia 21 tahun dan telah dikaitkan dengan Norwich City.